{"id":429,"date":"2021-12-12T13:41:55","date_gmt":"2021-12-12T06:41:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/?page_id=429"},"modified":"2021-12-12T15:33:08","modified_gmt":"2021-12-12T08:33:08","slug":"komentar-luangpor-dhammajayo-tentang-luangpor-dattajeewo","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/komentar-luangpor-dhammajayo-tentang-luangpor-dattajeewo\/","title":{"rendered":"Komentar Luangpor Dhammajayo tentang Luangpor  Dattajeewo"},"content":{"rendered":"<div id=\"tdi_1\" class=\"tdc-zone\"><div class=\"tdc_zone tdi_2  wpb_row td-pb-row\"  >\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_2{\r\n                    min-height: 100vh;\r\n                }\n<\/style><div id=\"tdi_3\" class=\"tdc-row stretch_row_1800 td-stretch-content\"><div class=\"vc_row tdi_4  wpb_row td-pb-row\" >\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_4,\r\n                .tdi_4 .tdc-columns{\r\n                    min-height: 0;\r\n                }.tdi_4,\r\n\t\t\t\t.tdi_4 .tdc-columns{\r\n\t\t\t\t    display: block;\r\n\t\t\t\t}.tdi_4 .tdc-columns{\r\n\t\t\t\t    width: 100%;\r\n\t\t\t\t}.tdi_4:before,\r\n\t\t\t\t.tdi_4:after{\r\n\t\t\t\t    display: table;\r\n\t\t\t\t}\n\/* inline tdc_css att - generated by TagDiv Composer *\/\n\n.tdi_4{\nmargin-top:60px !important;\n}\n\n.tdi_4 .td_block_wrap{ text-align:left }\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px)\n{\n.tdi_4{\nmargin-top:-30px !important;\n}\n}\n\n\/* landscape *\/\n@media (min-width: 1019px) and (max-width: 1140px)\n{\n.tdi_4{\nmargin-top:-20px !important;\n}\n}\n\n<\/style><div class=\"vc_column tdi_6  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12\">\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_6{\r\n                    vertical-align: baseline;\r\n                }.tdi_6 > .wpb_wrapper,\r\n\t\t\t\t.tdi_6 > .wpb_wrapper > .tdc-elements{\r\n\t\t\t\t    display: block;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper > .tdc-elements{\r\n\t\t\t\t    width: 100%;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper > .vc_row_inner{\r\n\t\t\t\t    width: auto;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper{\r\n\t\t\t\t    width: auto;\r\n\t\t\t\t    height: auto;\r\n\t\t\t\t}\n<\/style><div class=\"wpb_wrapper\" ><div class=\"wpb_wrapper td_block_empty_space td_block_wrap vc_empty_space tdi_8 \"  style=\"height: 32px\"><\/div><div class=\"tdm_block td_block_wrap tdm_block_column_title tdi_9 tdm-content-horiz-center td-pb-border-top td_block_template_1\"  data-td-block-uid=\"tdi_9\" >\n<style>\n\n\/* inline tdc_css att - generated by TagDiv Composer *\/\n\n.tdi_9{\nposition:relative;\n}\n\n\/* landscape *\/\n@media (min-width: 1019px) and (max-width: 1140px)\n{\n.tdi_9{\nmargin-top:70px !important;\n}\n}\n\n<\/style>\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdm_block_column_title{\r\n                  margin-bottom: 0;\r\n                  display: inline-block;\r\n                  width: 100%;\r\n                }\n<\/style>\n<div class=\"tdi_9_rand_style td-element-style\"><style>\n.tdi_9_rand_style{\nbackground-color:#ff9900 !important;\n}\n <\/style><\/div><div class=\"td-block-row\"><div class=\"td-block-span12 tdm-col\">\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\nbody .tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tcolor: #ffffff;\r\n\t\t\t\t}.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:46px !important;line-height:1 !important;\r\n\t\t\t\t}\n\n\/* landscape *\/\n@media (min-width: 1019px) and (max-width: 1140px){\n.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:32px !important;\r\n\t\t\t\t}\n}\n\n\/* portrait *\/\n@media (min-width: 768px) and (max-width: 1018px){\n.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:26px !important;\r\n\t\t\t\t}\n}\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px){\n.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:28px !important;\r\n\t\t\t\t}\n}\n<\/style><div class=\"tds-title tds-title1 td-fix-index tdi_10 \"><h3 class=\"tdm-title tdm-title-md\">Komentar Luangpor Dhammajayo tentang Luangpor  Dattajeewo<\/h3><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"td_block_wrap td_block_text_with_title tdi_11 tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_18\"  data-td-block-uid=\"tdi_11\" >\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.td_block_text_with_title{\r\n                  margin-bottom: 44px;\r\n                  -webkit-transform: translateZ(0);\r\n                  transform: translateZ(0);\r\n                }.td_block_text_with_title p:last-child{\r\n                  margin-bottom: 0;\r\n                }.tdi_11 h4{\r\n\t\t\t        font-size:28px !important;font-weight:700 !important;text-transform:none !important;letter-spacing:2px !important;\r\n\t\t        }\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px){\n.tdi_11 h4{\r\n\t\t\t        font-size:18px !important;font-weight:400 !important;letter-spacing:1px !important;\r\n\t\t        }\n}\n<\/style><div class=\"td-block-title-wrap\"><\/div><div class=\"td_mod_wrap td-fix-index\"><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-564\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image001-1.jpg\" alt=\"\" width=\"2048\" height=\"1408\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Kami bertemu di Hari Loy Krathong\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong>\u00a0 Loy Krathong adalah hari bersejarah bagi saya dan Luangpor \u00a0Dattajeewo.\u00a0 Kami bertemu pada tahun 1966. Sudah lebih dari 50 tahun sekarang.\u00a0 Kami bertemu pada hari bulan purnama, bulan ke-12 yang merupakan Hari Loy Krathong.<\/p>\n<p>Luangpor \u00a0Dattajeewo pernah mengatakan kepada saya bahwa satu hal yang membingungkannya ketika beliau menjadi orang awam adalah bahwa pikirannya seolah terlepas dari dunia pada hari bulan purnama setiap bulan.\u00a0 Belia merasa seperti sendirian dan bermeditasi.\u00a0 Saya ingat bahwa tidak peduli di mana beliau pada saat itu, beliau bisa berada di tempat yang ramai atau bersenang-senang, pikirannya akan terlepas dari segalanya dan beliau membiarkan semua perbuatan tidak bajik hilang dari pikirannya.\u00a0 Sepertinya beliau sendirian dan bermeditasi.\u00a0 Ini adalah temperamennya.<\/p>\n<p>Saya bertemu dengannya pada Hari Loy Krathong ketika saya kembali dari Wat Paknam Bhasicharoen setelah bermeditasi dengan Khun Yai Chand.\u00a0 Saya meninggalkan vihara pada jam 8:00 malam.\u00a0 Saya naik bus sendirian dan kembali ke universitas di mana ada acara yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Ada sesuatu tentang saya yang menarik anak-anak di sekitar saya.\u00a0 Saya bermain dengan mereka semua, anak-anak dan orang-orang dari segala usia datang untuk bergabung dengan saya.\u00a0 Musisi dari Soontaraporn Band di dekatnya telah berhenti bermain dan datang untuk melihat saya bermain dengan anak-anak.\u00a0 Ada seorang pria tampan di kelompok orang ini.<\/p>\n<p>Beliau adalah seorang mahasiswa dari Australia, dengan tangan disilangkan di dada, mengenakan kemeja bermotif warna-warni dan celana jeans bernama Tiewhui.\u00a0 Beliau memiliki pasangan baju lain bernama Guan-ooe.\u00a0 Beliau mengenakan Tiewhui pada hari itu dan berdiri mengawasi saya bersama anak-anak.\u00a0 Setelah kami selesai bermain, beliau dalam suasana hati yang baik dan berkata kepada saya (saya masih ingat kalimat itu), &#8220;Ayo pergi, ini traktiran saya!&#8221;\u00a0 Saya pikir beliau murah hati, tanpa tahu apa hadiahnya.\u00a0 Kami mengikutinya tetapi ternyata beliau ingin membelikan saya minuman beralkohol.<\/p>\n<p>Saya memiliki satu kelebihan, yaitu, teman baik saya selalu ada untuk melindungi saya.\u00a0 Mereka mengatakan saya menderita gastritis atau gejala buruk lainnya tetapi saya bersikeras mengatakan bahwa saya tidak minum karena saya menjalankan lima sila.\u00a0 Khun Yai Chand menyuruhku melakukannya dan aku merasa senang melakukannya.\u00a0 Beliau menjadi diam setelah mendengar ini.<\/p>\n<p>Beliau kemudian mengungkapkan bahwa beliau mengikuti saya ke asrama saya karena lima sila.\u00a0 Beliau berkata kepada saya &#8220;ayo pergi, datang dan tinggal bersamaku&#8221;.\u00a0 Saya bertanya ke mana kami akan pergi.\u00a0 Katanya penginapan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-565\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image003.jpg\" alt=\"\" width=\"2460\" height=\"900\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Beliau menghormati Dhamma\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Saya adalah seorang mahasiswa ketika saya bertemu dengannya pada Hari Loy Krathong.\u00a0 Kami memiliki percakapan yang baik dan beliau menyukai jawaban saya atas pertanyaannya mengenai lima sila seperti yang beliau lakukan sebelumnya.\u00a0 Beliau kemudian meminta saya untuk datang dan tinggal bersamanya.\u00a0 Saya senang dan nyaman di mana saya berada dan tidak tahu mengapa saya mengikutinya.<\/p>\n<p>Beliau menjemputku dengan sepedanya.\u00a0 Beliau adalah pengendaranya.\u00a0 Beliau membiarkan saya tidur di tempat tidurnya yang aneh karena beliau adalah senior saya di universitas.\u00a0 Beliau tidur di lantai meskipun beliau senior 4 tahun.\u00a0 Kami sangat menghormati senioritas di Universitas Kasetsart.\u00a0 Yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua.\u00a0 Tetapi situasinya seperti itu karena beliau menghormati Dhamma dan menghormati gurunya meskipun saya tidak berpikir saya adalah gurunya.\u00a0 Kami sedang melakukan diskusi Dhamma yang tidak serius.\u00a0 Itu sebabnya saya bingung mengapa beliau membiarkan saya tidur di tempat tidur.<\/p>\n<p>Saya tinggal di antara orang-orang sebelum pindah ke penginapan.\u00a0 Namun, ada tempat khusus di sana dan itu adalah buku harian.\u00a0 Kami berteman dengan seorang penjaga keamanan yang tidak pernah tahu tentang mengejar Kesempurnaan. \u00a0Aku merasa kasihan padanya.\u00a0 Apakah beluau ingin menjadi penjaga keamanan di setiap kehidupan?\u00a0 Saya membujuknya untuk bermeditasi dan kami bersahabat.\u00a0 Hasilnya adalah beliau membawakan kami sekotak susu setiap hari.\u00a0 Saya kembali dari mengunjungi Khun Yai Chand dan melihat sekotak susu botolan.\u00a0 Jadi saya membaginya dengan Luangpor \u00a0Dattajeewo sebagai teman yang baik<\/p>\n<p>Kami pergi tidur jam 1 &#8211; 2 pagi.\u00a0 Beliau menanyakan saya begitu banyak pertanyaan.\u00a0 Kami berbicara santai di tempat tidur.\u00a0 Beliau punya banyak pertanyaan aneh dan saya bertanya-tanya bagaimana saya bisa menjawab semua pertanyaannya.\u00a0 Saya terus menjawab pertanyaannya sejak pintu kasa terbang masih utuh sampai ada cara yang dipersonalisasi untuk membukanya, yaitu, kita bisa mendorong tangan kita untuk membukanya.<\/p>\n<p>Beliau benar-benar ingin melihat Khun Yai Chand-ku.\u00a0 Beliau terus meminta saya untuk membawanya ke sana untuk melihatnya.\u00a0 Saya mendengarkan dan melihat cara beliau berpakaian dengan jeans Tiewhui dan Guan-ooe.\u00a0 Aku pasti harus memberitahunya ribuan kali sebelum aku bisa membawanya ke sana.\u00a0 Jika kita pergi seperti itu, Khun Yai Chand pasti akan mengusir kita dari rumah.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, beliau selalu bertanya kepada saya tentang Dhamma, berbicara dari sore hingga jam 2 &#8211; 3 pagi.\u00a0 Itu tidak bisa dipercaya.\u00a0 Kami hanya berbicara tentang Dhamma di penginapan .\u00a0 Saya sangat senang mengingat bagaimana kami mengejar Kesempurnaan sejak saat itu hingga hari ini.\u00a0 Kami selalu saling membantu.<\/p>\n<p>Ini adalah kebajikannya dalam menghormati Dhamma meskipun saya lebih muda darinya selama 4 tahun.\u00a0 Ini adalah contoh yang berharga bagi para pengejar Kesempurnaan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-566\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image005.jpg\" alt=\"\" width=\"2460\" height=\"900\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Beliau melepaskan rintangan menuju Nibbana\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Setelah kami berbicara tentang Dhamma termasuk pengetahuan tentang makhluk surgawi dan pengetahuan tentang Buddha selama beberapa waktu, akhirnya saya mengajaknya menemui Khun Yai Chand.\u00a0 Itu setelah beliau membawaku menemui gurunya.\u00a0 Gurunya adalah orang awam, bukan bhikkhu.Setelah itu, saya membawanya menemui Khun Yai Chand.<\/p>\n<p>Beliau memiliki begitu banyak pertanyaan dan saya telah menjawab semuanya.\u00a0 Sebenarnya, beliau sendiri telah memperoleh banyak pengetahuan karena beliau adalah seorang pembaca yang rajin, bukan kutu buku biasa tetapi kutu buku super.\u00a0 Beliau membaca setiap buku di perpustakaan.\u00a0 Beliau mulai membaca ketika beliau masih kecil dan mencari semua jenis pengetahuan.\u00a0 Belia melanjutkan belajar Dhamma setelah bertemu Khun Yai Chand.\u00a0 Begitu beliau tahu pelajaran terbaik untuk bebas dari penderitaan, beliau akan mencari pengetahuan yang lebih dalam tentangnya.\u00a0 Beliau membuang buku yang menghalangi jalan menuju Nibbana.\u00a0 Beliau tidak membuangnya begitu saja, tetapi beliau membuangnya di kolam di depan penginapan.<\/p>\n<p>Namun sebelum beliau membuang buku itu, hal aneh terjadi.\u00a0 Saya melihatnya bermeditasi sendirian di salah satu ruangan yang ditinggikan di atas tanah.\u00a0 Ada suara ketukan aneh di saluran udara.\u00a0 Saluran berada 3 &#8211; 4 meter di atas tanah tetapi ada suara ketukan di saluran udara di sekitar gedung.\u00a0 Orang yang membuat suara ketukan itu pasti tingginya 3,5 &#8211; 4 meter dan beliau harus berlari sangat cepat di sekitar gedung.\u00a0 Apalagi beliau harus bisa berjalan di atas air karena di depan gedung ada kolam.\u00a0 Saya bertanya kepadanya tentang hal ini dan beliau berkata bahwa beliau mendengar suara-suara itu secara teratur.<\/p>\n<p>Setelah beliau membuang buku pelajaran surga dari gurunya, guru itu datang kepadanya malam itu karena beliau tidak puas dengan bagaimana buku itu dihancurkan.\u00a0 Beliau tidak tahu cara yang tepat untuk membuang pengetahuan itu. Beliau hanya membuang buku itu dengan tidak hormat ketika beliau tidak menggunakannya.\u00a0 Guru datang karena kesalahan ini.<\/p>\n<p>Beliau mengatakan kepada saya bahwa beliau hanya bisa melihat telapak kaki, bukan tubuhnya.\u00a0 Beliau merasakan itu di dadanya.\u00a0 Jika ini terjadi pada pria lain, beliau akan muntah darah.\u00a0 Beruntung baginya karena jasa kebajikan masa lalunya melindunginya dari bahaya.\u00a0 Beliay berlatih tinju Thailand dan menjadi juara dalam ilmu pedang di 5 universitas.\u00a0 Beliau adalah pria yang cukup luar biasa.\u00a0 Jadi beliau melenturkan kakinya dan menendangnya dari dadanya.<\/p>\n<p>Itu tidak terasa seperti mimpi.\u00a0 Beliau tampak terjaga dan melihat satu-satunya dengan jelas.\u00a0 Beliau menendangnya dan tubuh itu terbang kembali ke udara.\u00a0 Beliau tidak pernah melihat ke belakang sejak hari itu.<\/p>\n<p>Beliau hanya akan memilih hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak berguna dan tidak pernah melihat ke belakang.\u00a0 Beliau memberikan perhatian penuh dalam melakukan hal-hal yang ingin beliau capai.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-567\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image007-1.jpg\" alt=\"\" width=\"2460\" height=\"900\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0temperamen sejati luangpor Dattajeewo\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Saya memiliki temperamen yang sama dengan Khun Yai Chand, yaitu, mengambil jalan batin, berjalan di jalan tengah terus menerus.\u00a0 Khun Yai Chand menyukai saya untuk bermeditasi dengannya, lebih sedikit berbicara dan lebih banyak bermeditasi.\u00a0 Saya belum banyak bicara selama lebih dari 30 tahun dan lebih suka memberikan bimbingan pengobatan.<\/p>\n<p>Tapi satu penjelasan rinci yang bagus adalah Luangpor \u00a0Dattajeewo.\u00a0 Temperamennya mirip dengan Khun Yai Tongsuk Samdaengpan yang suka menjelaskan sesuatu.\u00a0 Tapi mentalitas dasar Luangpor \u00a0Dattajeewo yang sebenarnya adalah beliau menyukai kesendirian.\u00a0 Beliau sudah seperti ini sejak beliau masih remaja.\u00a0 Kelihatannya beliau adalah tipe orang yang riuh tetapi ketika waktu yang tepat tiba, beliau akan melakukan perjalanan sendiri untuk mencari pengetahuan Dhamma dari seorang bhikkhu yang terlatih baik di sebuah gua, hutan atau gunung di provinsi Kanchanaburi.<\/p>\n<p>Beliau pernah bertemu dengan seorang bhikkhu yang berkata \u201cPhadet (namanya waktu itu), ada Buddha di perut kita\u201d.\u00a0 Luangpor \u00a0Dattajeewo secara mental memprotes tetapi tidak mengatakan apa-apa karena rasa hormatnya terhadap guru duniawi dan Dhamma.\u00a0 Beliau tidak setuju bagaimana kita bisa memiliki Buddha di perut kita.<\/p>\n<p>Beliau terus mencari lebih banyak guru dan belajar banyak jenis pengetahuan.\u00a0 Beliau mengatakan kepada saya bahwa beliau telah mengalami begitu banyak hal seperti Khun Yai Tongsuk.<\/p>\n<p>Sangat jelas baginya bahwa ada seorang Buddha di perut kami setelah beliau bertemu dengan saya dan Khun Yai Chand.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-604\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image009_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Beliau adalah pelopor dalam membangun candi\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Saya adalah satu-satunya yang ditahbiskan pada waktu itu.\u00a0 Hanya ada beberapa orang yang berusaha mendapatkan dukungan keuangan untuk membangun vihara dengan Luangpor \u00a0Dattajeewo sebagai pemimpinnya.\u00a0 Beliau adalah seorang salesman yang bepergian ke seluruh negeri.\u00a0 Beliau memberi Khun Yai Chand sekaleng plastik berisi uang sebulan sekali untuk membangun vihara.\u00a0 Kami tidak memiliki sebidang tanah saat itu.<\/p>\n<p>Saya berpikir untuk membangun sebuah vihara pada hari kedua penahbisan saya untuk menampung 21 bhikkhu.\u00a0 Anda dapat melihat bahwa bilik bhikkhu cukup berjauhan satu sama lain karena saya pikir jumlah itu sudah cukup.\u00a0 Saya hanya berpikir bahwa para bhikkhu dapat bermeditasi setelah mereka ditahbiskan.\u00a0 Saya senang mengajar meditasi kepada satu atau dua orang.\u00a0 Hanya itu yang saya pikirkan dan saya tidak pernah berpikir bahwa itu akan tumbuh sebesar ini.<\/p>\n<p>Begitu saya berniat membangun vihara, Khun Yai Chand adalah kepala proyeknya.\u00a0 Yang menakjubkan adalah bahwa Khun Yai Chand mengajukan pertanyaan singkat kepada saya, yaitu, tanah seperti apa yang saya inginkan.\u00a0 Saya katakan padanya saya ingin 200 rai tanah, dekat dengan saluran air, nyaman bagi orang-orang untuk datang, dan diberikan kepada kami secara gratis karena kami tidak punya uang untuk membelinya dan begitulah cara kami memperoleh tanah nanti.<\/p>\n<p>Setelah itu, kami memiliki Bibi Tawin, Luangpor \u00a0Dattajeewo, dan dua anggota tim lainnya.\u00a0 Kami pergi menemui Lady Prayad Prattayaponsa-Visudhathipbodi yang memiliki tanah itu.\u00a0 Kami tidak tahu bahwa itu adalah hari ulang tahunnya ketika kami melihatnya.\u00a0 Kami menawarkannya untuk membeli sebidang tanah itu dengan cara mencicil karena kami tidak punya uang.<\/p>\n<p>Ketika kami menyebutkan tawaran itu, dia berkata dia memiliki sebidang tanah di mana dia tidak pernah datang untuk melihatnya.\u00a0 Dia memiliki agen yang mengumpulkan uang sewa sawah untuknya.\u00a0 Dia bertanya kepada kami untuk apa kami menginginkan tanah itu.\u00a0 Kami mengatakan kepadanya bahwa kami bermaksud untuk membangun sebuah vihara di atasnya.\u00a0 Dia kemudian menjawab bahwa tanah itu tidak untuk dijual dan terdiam beberapa saat.\u00a0 Dia kemudian memberi tahu kami bahwa dia ingin menawarkan tanah itu sebagai sumbangan, seluruhnya 200 rai.\u00a0 Agennya membawa kami untuk melihat tanah dan menunjuk ke bagian di tengah Khlongsam yang dipotong untuk membangun jalan irigasi di tepi kanal.\u00a0 Empat rai terputus sehingga menyisakan 196 rai.<\/p>\n<p>Setelah kami mendapatkan tanahnya, Luangpor \u00a0Dattajeewo mengundurkan diri dari pekerjaannya karena Khun Yai Chand berkata bahwa beliau akan mencari uang untuk membangun vihara itu sendiri.\u00a0 Luangpor \u00a0Dattajeewo mengawasi pembangunan candi mulai dari penggalian tahap pertama, pengelompokan tanah pertama, dan kanal hingga pembangunannya selesai.<\/p>\n<p>Luangpor \u00a0Dattajeewo kami telah benar-benar lelah mengejar Kesempurnaan selama ini.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-605\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image011_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Beliau melakukan apa yang diminta untuk beliau lakukan\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Ketika beliau mengawasi pembangunan vihara, beliau membangun sebuah gubuk kecil yang ditinggikan di atas tanah di depan vihara.\u00a0 Beliau tidur di atas 2 lapis kertas karton keras sebagai tindakan pencegahan jika ada yang memasukkan pisau melalui celah lantai kayu.\u00a0 Pisau itu akan mencapai kertas karton di depannya.\u00a0 Apalagi, gubuk itu dibangun dengan jarak yang cukup jauh dari tumpukan jerami untuk berjaga-jaga.\u00a0 Beliau sangat berhati-hati tentang hal itu.<\/p>\n<p>Beliau mengawasi para pekerja untuk menggali tanah dan beliau meminta upah kepada Khun Yai Chand, \u201cKhun Yai Chand, saya harus memberikan upah kepada para pekerja besok\u201d.\u00a0 Khun Yai Chand menjawab dengan singkat, \u201cYa\u201d dan tidak mengatakan apa-apa lagi.\u00a0 \u201cKhun Yai Chand, saya ingin menarik upah besok\u201d.\u00a0 Beliau berkata &#8220;Ya&#8221; dan tidak lebih.\u00a0 \u201cKhun Yai Chand, saya ingin menarik upah besok\u201d.\u00a0 Beliau memberitahunya 3 kali dan beliau memberikan jawaban singkat, &#8220;Ya&#8221;.\u00a0 Cukup membingungkan, punggung kertas cokelat rata selalu diisi dengan uang sumbangan setiap kali kami harus membayar upah.\u00a0 Ini terjadi hari demi hari dan putaran demi putaran sampai candi itu selesai dibangun.<\/p>\n<p>Beliau memiliki banyak jasa kebajikan ketika beliau ditahbiskan.\u00a0 Ada lebih dari 20 tamu pada hari penahbisan saya tetapi Luangpor \u00a0Dattajeewo memiliki seribu tamu ketika beliau ditahbiskan.\u00a0 Semua kursi terisi, sangat ramai.<\/p>\n<p>Tepat setelah beliau ditahbiskan, beliau memulai Proyek Dhammadayada.\u00a0 Beliau adalah seorang bhikkhu yang mengajar dan terus melakukannya.\u00a0 Ketika posisi kepala biara diangkat, itu diberikan kepada saya karena saya ditahbiskan sebelum beliau.\u00a0 Namun, orang yang benar-benar bekerja sangat keras adalah Luangpor \u00a0Dattajeewo.\u00a0 Beliau menanggung semua tanggung jawab.<\/p>\n<p>Saya belum pernah mendengar beliau mengatakan tidak untuk apa pun yang ditugaskan kepadanya.\u00a0 Beliau selalu mengatakan ya untuk semua proyek, tidak ada penolakan apapun darinya.\u00a0 Kami telah mengejar Kesempurnaan bersama-sama.\u00a0 Beliau tidak pernah melawan saya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-606\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image013_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Beliau tidak pernah mengomel atau bertengkar tentang masalah apapun\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Saya merasa ceria ketika mengingat kembali 50 tahun terakhir.\u00a0 Kami tinggal dan mengejar Kesempurnaan bersama.\u00a0 Kami tidak pernah berdebat sepanjang periode.\u00a0 Sungguh luar biasa bahwa kami tidak pernah bertengkar tentang apa pun meskipun perbedaan pendapat dalam organisasi mana pun adalah hal yang normal.<\/p>\n<p>Tidak pernah ada perselisihan antara saya dan Luangpor \u00a0Dattajeewo sejak kami mulai mengumpulkan jasa Kebajikan.\u00a0 Tidak aneh jika Anda tidak memikirkannya tetapi cukup membingungkan ketika Anda memikirkannya.\u00a0 Kadang-kadang saya mulai berdebat dengannya tetapi tidak berhasil karena beliau tetap diam atau pergi.\u00a0 Hanya ada kami berdua di sana, jadi ketika dia pergi, aku tidak punya siapa-siapa untuk berdebat. Jadi tidak ada argumen apapun.\u00a0 Isunya selalu tentang membangun vihara.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika penggalian tanah selesai, saya mengajak beliau dan anggota masyarakat untuk datang dan melihatnya.\u00a0 Kami pergi ke area di belakang vihara.\u00a0 Saat itu belum ada tembok.\u00a0 Untuk membangun candi di atas 196 rai tanah sangat sulit karena beliau benar-benar kelelahan.\u00a0 Luangpor \u00a0Dattajeewo telah bekerja sangat keras dan itu benar-benar melelahkan baginya, tetapi beliau tidak pernah mengeluh tentang hal itu.\u00a0 Ini adalah kebajikannya, kelelahan tanpa keluhan.<\/p>\n<p>Semua orang berdiri berjajar pada hari itu.\u00a0 Kami semua adalah pria muda.\u00a0 Saya katakan setelah kami selesai membangunnya di 196 rai, proyek selanjutnya adalah pembangunan di atas 2.000 rai, mulai dari depan Kantor Distrik hingga kantor polisi di sana.\u00a0 Beliau langsung pergi dariku.\u00a0 Ketika saya berbalik, tidak ada seorang pun yang tersisa.\u00a0 Saya sendiri terdampar di sana.\u00a0 Sepertinya beliau sedang merenungkan dirinya sendiri tanpa membiarkanku mendengarnya.\u00a0 Beliau mungkin berkata pada dirinya sendiri bahwa beliau memilikinya sampai ke tenggorokannya dengan membangunnya di atas 196 rai dan beliau akan melakukannya di kepalanya jika kita mencoba membangunnya di atas 2.000 rai.<\/p>\n<p>Semua pengejar Kesempurnaan harus mengambil ini sebagai contoh, yaitu, tidak ada argumen, karena memungkinkan kita untuk membuat kemajuan sampai saat ini.\u00a0 Tidak peduli kami masih harus menghadapi rintangan dan tantangan di luar bait suci, kami tetap melanjutkan kegiatan kami. Luangpor \u00a0Dattajeewo memiliki lebih banyak kebajikan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-571\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image015.jpg\" alt=\"\" width=\"2460\" height=\"900\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Beliau tidak pernah berhenti menjadi cahaya penuntun\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>Luangpor Dhammajayo:<\/strong> Ketika kami mulai membangun vihara, Khun Yai Chand bersiap untuk meninggalkan tempat yang paling beliau cintai karena itu adalah tempat beliau melakukan tugas di Lokakarya Meditasi dengan Yang Mulia Luangpu di Wat Paknam Bhasicharoen.\u00a0 Karena Luangpu sudah tidak ada lagi dan ada banyak orang yang melakukan meditasi tingkat lanjut, beliau menjadi kepala pembangunan vihara.\u00a0 Beliau datang dengan hati yang baik ke sebidang tanah yang merupakan ladang padi yang tidak bisa lagi digarap, bersama dengan sekelompok kecil pengikut laki-laki mudanya.<\/p>\n<p>Luangpor \u00a0Dattajeewo terlibat sejak awal pembangunan.\u00a0 Saat itu beliau masih menjadi umat awam.\u00a0 Kami menghadapi banyak kesulitan.<\/p>\n<p>Butuh waktu yang hampir sama untuk melakukan perjalanan dari Bangkhan ke vihara dulu dan sekarang.\u00a0 Saat itu tidak ada kemacetan lalu lintas tetapi jalan berkerikil dan tidak rata.\u00a0 Itu setengah jam perjalanan kemudian dan masih memakan waktu setengah jam sekarang karena kemacetan lalu lintas.\u00a0 Sulit membayangkan bagaimana daerah itu berkembang.\u00a0 Orang-orang tidak tertarik dengan tanah di sekitar sini lebih dari 30 tahun yang lalu.\u00a0 Biayanya hanya 3.000 baht per rai.\u00a0 Jalan di depan candi adalah jalan tanah liat dan ada kemungkinan mobil bisa menabrak kanal.\u00a0 Kami harus mengatasi kesulitan itu.<\/p>\n<p>Setelah beliau ditahbiskan, beliau telah memulai Latihan Dhammadayada ke-1 dan berlanjut sampai sekarang.\u00a0 Itu adalah pelatihan di luar ruangan dengan hanya satu tenda kecil.\u00a0 Saat itu belum ada gedung.\u00a0 Mereka bermeditasi di tenda dan berjalan-jalan dengan sinar matahari yang menyinari mereka untuk meredakan nyeri otot.\u00a0 Mereka berjalan dengan handuk basah di kepala mereka.<\/p>\n<p>Luangpor \u00a0Dattajeewo adalah bhikkhu pengajar.\u00a0 Beliau juga menulis buku pelajaran, misalnya, \u201cSebelum pergi ke vihara\u201d, agar umat awam tahu bagaimana mempersiapkan diri dan bagaimana berperilaku di vihara.\u00a0 Setiap orang harus membaca buku ini sebelum memasuki vihara.\u00a0 Banyak orang yang mengagumi buku ini.<\/p>\n<p>Meskipun usianya semakin tua, beliau masih berusaha untuk menyusun ajaran Buddha serta pengalamannya sendiri ke dalam buku pelajaran sehingga kita dapat mempelajarinya.\u00a0 Beberapa buku telah digunakan dalam Dhamma Quiz, World-Pec Contests dan banyak lagi tes Dhamma. Meskipun usianya sudah lebih dari 70 tahun, beliau masih terus mengajarkan Dhamma.\u00a0 Beliau tidak pernah berhenti untuk menjadi cahaya yang bersinar bagi orang-orang.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-572\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image017.jpg\" alt=\"\" width=\"2460\" height=\"900\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Beliau adalah panutan yang baik di dunia\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Luangpor Dhammajayo: Waktu telah berlalu dengan cepat dan beliau sekarang berusia lebih dari 70 tahun.\u00a0 Kami telah bersama selama lebih dari 40 tahun, sejak rambut kami hitam hingga menjadi abu-abu.\u00a0 Kami telah tinggal bersama untuk waktu yang lama dan lebih dekat daripada saudara.\u00a0 Beliau telah bekerja sangat keras sejak beliau bersamaku.<\/p>\n<p>Saya dapat mengingat hari kami pergi ke pengadilan.\u00a0 Beliau duduk di depan mobil dan saya duduk di belakang.\u00a0 Saya mengatakan kepadanya bahwa ulang tahunnya yang ke-65 sudah dekat tetapi alih-alih berkonsentrasi pada hari ulang tahunnya, kami harus pergi ke sidang pengadilan.\u00a0 Saya sangat terkesan dengan cara beliau selalu menempel di samping saya tidak peduli apa yang terjadi.\u00a0 Beliau adalah teman dan penasihat saya dalam setiap situasi.<\/p>\n<p>Luangpor \u00a0Dattajeewo memiliki kehidupan yang anggun baik sebagai bhikkhu dan pengejar Kesempurnaan.\u00a0 Beliau mencoba membuang kebiasaan buruknya yang merusak tubuh, ucapan, dan pikiran karena saya melihat perubahan terus-menerus dalam dirinya.<\/p>\n<p>Beliau adalah teladan yang baik bagi umat manusia.<\/p>\n<p>Ketika hari ulang tahunnya semakin dekat, saya menulis puisi untuknya dengan gaya saya meskipun saya tidak pandai dalam hal itu.\u00a0 Misalnya, saya membuat puisi untuknya pada tanggal 21 Desember 1997. Saya adalah seorang pemula yang sedang berlatih membuat puisi.\u00a0 Inilah yang saya tulis untuknya:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Semoga umur anda seperti Dhammakaya<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Semakin tua, semakin jelas, seperti kristal<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Semua kerutan hilang<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dengan gaya mengajar terbaik yang tidak ada yang bisa melampaui<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-573\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image019-s.jpg\" alt=\"\" width=\"1545\" height=\"744\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Luangpor Dattajeewo kami\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Luangpor Dhammajayo: Saya lebih bahagia setiap kali saya memikirkan seluruh periode waktu sebelum dan sesudah beliau ditahbiskan, beliau tidak pernah kekurangan dalam mengejar Kesempurnaan.\u00a0 Beliau telah melakukan perjalanan secara ekstensif baik di Thailand maupun di luar negeri untuk mengajarkan Dhamma.\u00a0 Beliau pasti kelelahan tetapi itu tidak menghentikannya untuk mengumpulkan pahala kebajikan.<\/p>\n<p>Saya katakan bahwa kita memiliki banyak jasa kebajikan untuk memiliki kesempatan mendengarkan Dhamma yang diajarkan oleh Luangpor \u00a0Dattajeewo.\u00a0 Beliau telah menggabungkan pengetahuan dan pengalamannya selama bertahun-tahun.\u00a0 Namun, saya tidak tahu berapa lama beliau akan memiliki kekuatan dan suara untuk terus mengajar kami.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk mendengarkan ajarannya dan menemukan kesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kepadanya sehingga kita dapat berbagi sebagian dari jasanya yang telah terkumpul selama bertahun-tahun.\u00a0 Beliau telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan agama Buddha sejak beliau masih mahasiswa hingga sekarang.\u00a0 Beliau adalah bhikkhu senior yang telah bertahun-tahun menjadi bhikkhu dan beliau adalah Luangpor \u00a0Dattajeewo kami.<\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-429","page","type-page","status-publish"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=429"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":448,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/429\/revisions\/448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}