{"id":431,"date":"2021-12-12T13:42:46","date_gmt":"2021-12-12T06:42:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/?page_id=431"},"modified":"2021-12-12T15:51:07","modified_gmt":"2021-12-12T08:51:07","slug":"peran-luangpor-dattajeewo-dalam-mendirikan-wat-phra-dhammakaya","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/peran-luangpor-dattajeewo-dalam-mendirikan-wat-phra-dhammakaya\/","title":{"rendered":"Peran Luangpor Dattajeewo dalam Mendirikan Wat Phra Dhammakaya"},"content":{"rendered":"<div id=\"tdi_1\" class=\"tdc-zone\"><div class=\"tdc_zone tdi_2  wpb_row td-pb-row\"  >\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_2{\r\n                    min-height: 100vh;\r\n                }\n<\/style><div id=\"tdi_3\" class=\"tdc-row stretch_row_1800 td-stretch-content\"><div class=\"vc_row tdi_4  wpb_row td-pb-row\" >\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_4,\r\n                .tdi_4 .tdc-columns{\r\n                    min-height: 0;\r\n                }.tdi_4,\r\n\t\t\t\t.tdi_4 .tdc-columns{\r\n\t\t\t\t    display: block;\r\n\t\t\t\t}.tdi_4 .tdc-columns{\r\n\t\t\t\t    width: 100%;\r\n\t\t\t\t}.tdi_4:before,\r\n\t\t\t\t.tdi_4:after{\r\n\t\t\t\t    display: table;\r\n\t\t\t\t}\n\/* inline tdc_css att - generated by TagDiv Composer *\/\n\n.tdi_4{\nmargin-top:60px !important;\n}\n\n.tdi_4 .td_block_wrap{ text-align:left }\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px)\n{\n.tdi_4{\nmargin-top:-30px !important;\n}\n}\n\n\/* landscape *\/\n@media (min-width: 1019px) and (max-width: 1140px)\n{\n.tdi_4{\nmargin-top:-20px !important;\n}\n}\n\n<\/style><div class=\"vc_column tdi_6  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12\">\n<style scoped>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdi_6{\r\n                    vertical-align: baseline;\r\n                }.tdi_6 > .wpb_wrapper,\r\n\t\t\t\t.tdi_6 > .wpb_wrapper > .tdc-elements{\r\n\t\t\t\t    display: block;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper > .tdc-elements{\r\n\t\t\t\t    width: 100%;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper > .vc_row_inner{\r\n\t\t\t\t    width: auto;\r\n\t\t\t\t}.tdi_6 > .wpb_wrapper{\r\n\t\t\t\t    width: auto;\r\n\t\t\t\t    height: auto;\r\n\t\t\t\t}\n<\/style><div class=\"wpb_wrapper\" ><div class=\"wpb_wrapper td_block_empty_space td_block_wrap vc_empty_space tdi_8 \"  style=\"height: 32px\"><\/div><div class=\"tdm_block td_block_wrap tdm_block_column_title tdi_9 tdm-content-horiz-center td-pb-border-top td_block_template_1\"  data-td-block-uid=\"tdi_9\" >\n<style>\n\n\/* inline tdc_css att - generated by TagDiv Composer *\/\n\n.tdi_9{\nposition:relative;\n}\n\n\/* landscape *\/\n@media (min-width: 1019px) and (max-width: 1140px)\n{\n.tdi_9{\nmargin-top:70px !important;\n}\n}\n\n<\/style>\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.tdm_block_column_title{\r\n                  margin-bottom: 0;\r\n                  display: inline-block;\r\n                  width: 100%;\r\n                }\n<\/style>\n<div class=\"tdi_9_rand_style td-element-style\"><style>\n.tdi_9_rand_style{\nbackground-color:#ff9900 !important;\n}\n <\/style><\/div><div class=\"td-block-row\"><div class=\"td-block-span12 tdm-col\">\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\nbody .tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tcolor: #ffffff;\r\n\t\t\t\t}.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:40px !important;line-height:1 !important;\r\n\t\t\t\t}\n\n\/* portrait *\/\n@media (min-width: 768px) and (max-width: 1018px){\n.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:30px !important;\r\n\t\t\t\t}\n}\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px){\n.tdi_10 .tdm-title{\r\n\t\t\t\t\tfont-size:26px !important;\r\n\t\t\t\t}\n}\n<\/style><div class=\"tds-title tds-title1 td-fix-index tdi_10 \"><h3 class=\"tdm-title tdm-title-md\">Peran Luangpor Dattajeewo dalam Mendirikan Wat Phra Dhammakaya<\/h3><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"td_block_wrap td_block_text_with_title tdi_11 tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_18\"  data-td-block-uid=\"tdi_11\" >\n<style>\n\/* custom css - generated by TagDiv Composer *\/\n.td_block_text_with_title{\r\n                  margin-bottom: 44px;\r\n                  -webkit-transform: translateZ(0);\r\n                  transform: translateZ(0);\r\n                }.td_block_text_with_title p:last-child{\r\n                  margin-bottom: 0;\r\n                }.tdi_11 h4{\r\n\t\t\t        font-size:28px !important;font-weight:700 !important;text-transform:none !important;letter-spacing:2px !important;\r\n\t\t        }\n\n\/* phone *\/\n@media (max-width: 767px){\n.tdi_11 h4{\r\n\t\t\t        font-size:18px !important;font-weight:400 !important;letter-spacing:1px !important;\r\n\t\t        }\n}\n<\/style><div class=\"td-block-title-wrap\"><\/div><div class=\"td_mod_wrap td-fix-index\"><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-608\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image001_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<p>Tekad para pelopor yang mendirikan candi (Luangpor Dattajeewo salah satunya) adalah untuk menumbuhkan moralitas masyarakat guna menciptakan perdamaian bagi dunia.\u00a0 Oleh karena itu, prinsip-prinsip penting dalam pendirian candi pada awalnya ditetapkan sebagai:<\/p>\n<p>1. Untuk membangun vihara yang bersih dan damai yang cocok bagi orang-orang untuk belajar dan berlatih Dhamma.<\/p>\n<p>2. Untuk mengembangkan bhikkhu agar mengikuti praktik, tata krama, dan kebajikan monastik Buddhis dengan anggun, dihormati dengan setia oleh publik, dan memiliki kemampuan untuk mengajarkan moralitas kepada publik.<\/p>\n<p>3.Untuk mengembangkan orang menjadi berbudi luhur, bertanggung jawab secara moral untuk diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk alasan ini, Wat Phra Dhammakaya telah berfokus pada pengajaran Dhamma dalam teori dan praktik kepada para bhikkhu, samanera, dan umat awam yang tertarik untuk mempelajari Dhamma selama ini serta menekankan pada kebersihan, kedamaian, dan ketenangan.\u00a0 Kebijakan utama dalam membangun infrastruktur didasarkan pada kebutuhan, efektivitas biaya, kerapian, daya tahan, dan pemanfaatan.\u00a0 Berbagai kegiatan candi telah diawasi secara ketat oleh Luangpor Dattajeewo hingga mencapai tujuan akhir.<\/p>\n<p>Kebijakan Wat Phra Dhammakaya telah berfokus pada penanaman moralitas daripada hanya menjadi tempat keagamaan atau tempat untuk melakukan ritual seperti yang pernah dikatakan Luangpor Dattajeewo, \u201cvihara adalah sekolah untuk pengajaran moral kepada publik\u201d.\u00a0 Bahkan untuk sejumlah besar orang, jika mereka diajarkan dan dilatih dengan benar, kita dapat membuat mereka tertarik untuk melanjutkan studi dan praktik Dhamma untuk manfaat seumur hidup, terutama bagi kaum muda untuk menghindari gangguan moral dan narkoba.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-609\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image003_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Luangpor Dattajeewo dan Perluasan Tempat Wat Phra Dhammakaya\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Sementara vihara sedang dibangun, bersamaan dengan penyebaran Dhamma, semakin banyak umat yang datang untuk mempraktekkan Dhamma, dari puluhan hingga ratusan, dari ratusan hingga ribuan, dari ribuan hingga puluhan ribu.\u00a0 Seiring bertambahnya jumlah umat, tanggung jawab Luangpor Dattajeewo di vihara kemudian meningkat.<\/p>\n<p>Pada tahun 1984, ada sekitar 20.000 orang yang datang ke vihara pada hari-hari penting dalam agama Buddha, membuat sebidang tanah\u00a0 Wat Phra Dhammakaya seluas 77 hektar penuh dengan orang.\u00a0 Sekelompok umat menyarankan agar candi itu diperluas untuk menampung semakin banyak umat.\u00a0 Ketika para bhikkhu menyetujui gagasan tersebut, mereka berkonsultasi dengan Luangpor Dattajeewo, ketua Yayasan Dhammakaya pada waktu itu.\u00a0 Dengan demikian, Luangpor Dattajeewo memiliki peran penting dalam memperoleh sebidang tanah tambahan seluas 800 hektar yang berdekatan dengan candi atas nama Yayasan.\u00a0 Dengan sumbangan dari orang-orang yang melihat manfaat belajar dan mengamalkan Dhamma, sebidang tanah ini kemudian dibeli dengan maksud untuk mengumpulkan umat Buddha yang ingin belajar Dhamma dan berlatih meditasi bersama di tempat yang damai serta memanfaatkan fasilitas.\u00a0 untuk urusan agama Sangha umum.<\/p>\n<p>Area yang diperluas telah dimanfaatkan sejak tahun 1985 dengan semakin banyak umat yang datang untuk belajar Dhamma dan meditasi.\u00a0 Pada tahun 1999, ada lebih dari 100.000 umat pada hari-hari penting keagamaan.\u00a0 Bangunan dan fasilitas secara bertahap dibangun sesuai kebutuhan termasuk Phra Maha Dhammakaya Cetiya (Rumah bagi satu juta gambar Buddha) yang dapat menampung satu juta umat.\u00a0 Dalam semua proyek ini, Luangpor Dattajeewo secara aktif mengabdikan dirinya dalam hal kekuatan fisik, kecerdasan, pengetahuan, dan kemampuan untuk mengawasi mereka dari awal hingga penyelesaian.<\/p>\n<p>Selain kecintaannya yang mendalam dalam mempelajari dan mempraktikkan Dhamma dan pengabdian hidup pada urusan agama, Luangpor Dattajeewo adalah orang yang sangat menghormati, mencintai, dan berterima kasih kepada guru-gurunya.\u00a0 Apa yang selama ini dipandang sebagai perintah atau keinginan seorang guru, beliau dengan sukarela melakukannya dengan usaha yang tak kenal lelah.\u00a0 Karena karakter pribadinya yang sangat bertanggung jawab terhadap orang lain, Luangpor Dattajeewo telah mengambil bagian dalam berbagai proyek tidak peduli seberapa besar atau kecil mereka.<\/p>\n<p>Jadi, wajar untuk mengatakan bahwa, selain Khun Yai Chand Konnokyoong dan Luangpor Dhammjayo, Wat Phra Dhammakaya tidak akan menjadi Wat Phra Dhammakaya hari ini tanpa Luangpor Dattajeewo.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-610\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image005_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/h3>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0Pelatihan Bhikkhu dan Samanera\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong>bhikkhu<\/strong><\/p>\n<p>Ditugaskan oleh Luangpor Dhammajayo untuk bertanggung jawab mendidik dan melatih para bhikkhu dan samanera di vihara, Luangpor Dattajeewo telah mencurahkan waktu dan upaya yang luar biasa untuk menciptakan &#8220;bhikkhu sejati&#8221;.\u00a0 Bhikkhu permanen Wat Phra Dhammakaya datang dari tiga jalur berbeda:<\/p>\n<p>1.Orang awam di bawah kondisi \u201cUpasakka\u201d yang dilatih setidaknya selama 5 tahun dan mendapat izin dari komite Sangha dan Upasakka untuk ditahbiskan.\u00a0 Penahbisan pertama umat awam Upasakka adalah pada tahun 1972.<\/p>\n<p>2.Bhikkhu yang ditahbiskan dalam berbagai program penahbisan jangka pendek Wat Phra Dhammakaya seperti \u201cProgram Penahbisan Dhammadayada\u201d, \u201cProgram Penahbisan untuk Menghormati Guru Agung\u201d dan menyelesaikan program pelatihan tiga tahun untuk bhikkhu baru di Wat Phra Dhammakaya\u00a0 .\u00a0 Vihara mulai menerima bhikkhu dengan cara ini sejak 1985.<\/p>\n<p>3.Samanera di Wat Phra Dhammakaya yang cukup umur untuk menjadi bhikkhu.\u00a0 Para samanera telah ditahbiskan sebagai bhikkhu di vihara tersebut sejak tahun 1989.<\/p>\n<p><strong>Melatih bhikkhu baru<\/strong><\/p>\n<p>Selain mempelajari ajaran Sang Buddha, setiap bhikkhu baru dilatih untuk memahami sepenuhnya ideologi penahbisan, dengan anggun mengikuti praktik dan tata krama yang sesuai untuk para bhikkhu, berlatih meditasi terus-menerus, mengelola kebutuhan dasar dengan tepat (makanan, pakaian, tempat tinggal, dan barang-barang perawatan kesehatan)\u00a0 , dan \u00a0mengembangkan keterampilan yang berguna untuk menyebarkan agama Buddha.\u00a0 Area pelatihan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Meditasi dalam praktik<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Praktek dan tata krama para bhikkhu<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Disiplin dan tata cara<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Studi Buddhis: Level 1, 2, dan 3<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 38 Berkat<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Kehidupan Sang Buddha dan prinsip-prinsip umum Dhamma dari Tripitaka<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Studi Tripitaka<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Bahasa Pali Dasar<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Wat Phra Dhammakaya: Dulu dan Sekarang<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Keterampilan untuk propagasi Buddhis<\/p>\n<p>\u00a0\u2022 Belajar dan bekerja di berbagai departemen Wat Phra Dhammakaya<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan tiga tahun pelatihan, setiap bhikkhu baru akan dievaluasi dan diterima sebagai bhikkhu tetap dan diberi tugas atau proyek seperti misi (dengan menjadi bhikkhu pengajar untuk meditasi atau pelajaran Dhamma), pekerjaan pendidikan, pekerjaan akademis, pengawasan konstruksi, dan\u00a0 pengelolaan candi di berbagai bidang.\u00a0 Selain memikul tanggung jawab tertentu, setiap bhikkhu tetap harus melanjutkan studi Dhamma dan Pali serta latihan meditasinya untuk melatih dan meningkatkan diri mereka menjadi lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Pemula (samanera)<\/strong><\/p>\n<p>Ada dua jalan utama untuk menjadi samanera di Wat Phra Dhammakaya.\u00a0 Sekitar 70 persen samanera adalah mereka yang telah lulus pelatihan samanera dalam Program Penahbisan Dhammadayada untuk Anak-anak dan ingin tetap sebagai samanera sementara 30 persen lainnya berasal dari vihara cabang Wat Phra Dhammakaya dan vihara lainnya.\u00a0 Setiap siswa baru harus menyelesaikan satu tahun penuh pelatihan untuk siswa baru sebelum diterima sebagai siswa tetap di Wat Phra Dhammakaya.<\/p>\n<p><strong>Pelatihan pemula<\/strong><\/p>\n<p>Setiap pemula dilatih dalam bidang-bidang berikut:<\/p>\n<p>1. Menghormati Buddha, Dharma, dan Sangha<\/p>\n<p>2. Pelaksanaan sila yang ketat<\/p>\n<p>3. Latihan dan tata krama yang cocok untuk pemula dan aturan vihara<\/p>\n<p>4. Kerja tim<\/p>\n<p>5. Pemanfaatan barang yang ditawarkan oleh umat awam secara optimal<\/p>\n<p>Para samanera muda ini harus meninggalkan rumah dan keluarga mereka untuk tinggal di vihara di bawah aturan Buddhis dan vihara.\u00a0 Anak-anak pada usia ini membutuhkan kasih sayang dan perhatian, bimbingan dan dukungan, secara fisik dan mental.\u00a0 Luangpor Dattajeewo telah memahami perasaan dan kebutuhan para samanera ini.\u00a0 Oleh karena itu, Beliau telah menemukan waktu untuk bertemu dan mengajar mereka, memperhatikan perawatan kesehatan dan kondisi kehidupan para samanera, serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan penahbisan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-611\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image007_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\"> \u00a0pengembangan orang\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Luangpor Dattajeewo selalu memberikan prioritas tinggi untuk mengembangkan orang.\u00a0 Meskipun ini adalah tahun pertamanya di kebhikkhuan serta awal pembangunan vihara yang membutuhkan banyak waktu dan energi, beliau sudah memulai \u201cProgram Pelatihan Dhammadayada Musim Panas\u201d.\u00a0 Dimulai dengan 50 siswa laki-laki pada tahun 1972, jumlah peserta pelatihan telah berkembang di tahun-tahun berikutnya.\u00a0 Sampai hari ini, puluhan ribu siswa yang menjalani pelatihan moral telah lulus dan sekarang bekerja di berbagai profesi di seluruh negeri dengan standar moral yang tinggi, sesuai dengan prinsip bahwa orang yang berpendidikan tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga dilengkapi dengan baik.\u00a0 dengan moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan.\u00a0 Selama hampir lima dekade, Luangpor Dattajeewo telah menanamkan moralitas kepada banyak lulusan.\u00a0 Beliau telah melakukannya dengan dedikasi dan ketekunan karena beliau memiliki visi bahwa orang-orang yang berkembang akan berkontribusi pada pembangunan negara.<\/p>\n<p>\u00a0Selain \u201cProgram Pelatihan Dhammadayada Musim Panas\u201d, beberapa program pelatihan moral telah diluncurkan untuk disesuaikan dengan kelompok orang yang berbeda seperti<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program Penahbisan Dhammadayada untuk Anak-anak<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program Penahbisan Dhammadayada untuk Remaja<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program Pemuda Kreatif<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program Teman Berbudi Luhur (Kalayanamitta) untuk Remaja<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program pelatihan moral untuk siswa<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Program pelatihan untuk pegawai pemerintah, tentara, polisi, dan pegawai organisasi<\/p>\n<p>\u00a0o\u00a0 Khotbah Dhamma pada hari Minggu dan hari-hari penting keagamaan<\/p>\n<p>Berbagai kegiatan ini berada di bawah pengawasan ketat Luangpor Dattajeewo.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Luangpor Dattajeewo telah menulis beberapa buku tentang pelajaran pelatihan untuk diri sendiri, keluarga, kelompok, dan organisasi dalam berbagai aspek, berdasarkan Dhamma yang telah beliau pelajari dari Tripitaka dan pengalaman mengajar Dhamma selama beberapa dekade terakhir:<\/p>\n<ul>\n<li>Bhikkhu sejati<\/li>\n<li>38 Berkat<\/li>\n<li>Kebajikan Buddha, Dharma, Sangha<\/li>\n<li>Iman<\/li>\n<li>Buku Pegangan Buddhis<\/li>\n<li>Dhamma Tertinggi Dapat Dicapai dengan Rasa Hormat<\/li>\n<li>Menjadi Jujur untuk Kebaikan, Kekuatan untuk Mengubah Dunia<\/li>\n<li>dan lain-lain<\/li>\n<\/ul>\n<p>Luangpor Dattajeewo telah sepenuhnya mengabdikan dirinya untuk mengkhotbahkan Dhamma kepada publik dengan tujuan untuk mengembangkan Dharma, yang merupakan pengetahuan yang benar, di hati orang-orang di dunia.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-612\" src=\"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/th\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/image009_n-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"702\" \/><\/p>\n<h3><span style=\"color: #ffffff;\"><strong><span style=\"background-color: #ff9900;\">\u00a0Menciptakan perdamaian untuk dunia\u00a0<\/span><\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Luangpor Dattjeewo adalah bhikkhu Thailand lainnya yang telah bekerja dengan berbagai sekte agama Buddha, yang mengarah pada kolaborasi dalam menghidupkan kembali dan menyebarkan agama Buddha di banyak negara di seluruh dunia.\u00a0 Meskipun ada beberapa sekte Buddhis dengan beberapa aturan dan peraturan yang berbeda sesuai dengan budaya dan tradisi masing-masing negara, umat Buddha adalah seperti keluarga.\u00a0 Kita semua mengikuti ajaran Buddha, yang diarahkan menuju kedamaian sejati.\u00a0 Karena pengetahuan, kebijaksanaan, karakter anggun, dan visi jangka panjang Luangpor Dattajeewo, beliau telah melakukan tugas kolaboratif ini dengan sangat baik dan telah diterima dan dipuji oleh komunitas dunia di semua tingkatan, dari organisasi lokal hingga global.<\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-431","page","type-page","status-publish"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=431"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":450,"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/431\/revisions\/450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.buddhistpedia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}